29 Desember 2011

Ratusan Warga Cianjur Selatan Nikmati Listrik Tenaga Mikro


CIANJUR--MICOM: Sebanyak 135 kepala keluarga (KK) di Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat ini sudah bisa menikmati aliran listrik.

Hal itu terjadi, setelah terbangunnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) bersumber dari dasar aliran Sungai Legok Picung.

Pembangunan PLTMH ini menghabiskan anggaran sebesar lebih kurang Rp1.131.635.000 bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Barat.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan UPTD Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah I Cianjur Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Denny Rachmat G mengatakan, energi alternatif atau energi terbarukan merupakan potensi di wilayah kerja UPTD ESDM Wilayah I Cianjur.

Energi tersebut harus terus dikembangkan melihat manfaat kegiatan tersebut adalah memajukan dan menyejahterakan masyarakat yang belum mendapatkan listrik perdesaan. (OL-11)

23 September 2011

Penambangan Pasir Besi di Kawasan Wisata Sindangbarang, Ditutup

CIANJUR, (PRLM).- Lokasi penambangan pasir besi yang masuk hingga ke kawasan objek wisata tidak memiliki ijin, Rabu (21/9) sudah ditutup, dan kini di lokasi tidak diperbolehkan ada aktifitas lagi. Apabila nantinya masih ditemukan ada yang melakukan aktifitas tentunya akan ada langkah lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu ditegaskan Camat Sindangbarang Sopandi saat dihubungi, Kamis (22/9). Dia mengatakan, penetupan dilakukakan pihaknya, Rabu (21/9) merespon aspirasi masyarakat yang disampaikan saat melakukan aksi unjuk rasa. Sebelum penutupan, pihaknya maupun Dinas Pengelolaan Sumber Air dan Pertambangan (PSDA dan P) Kab. Cianjur sudah beberapa kali menyampaikan teguran supaya aktifitas penambangan di Pasir Dudukuy dihentikan. Namun ketika itu teguran yang disampaikan tidak dihiraukan, sehingga memicu reaksi dari masyarakat.

"Dalam pertemuan dengan unsur muspika maupun perwakilan masyarakat, penanggung jawab penambangan pasir besi di Pasir Dudukuy sudah bisa menerima dan menghentikan aktifitasnya," katanya.

Dikatakan Sopandi, lokasi penambangan yang ditutup itu berada di Pasir Dudukuy Desa Saganten antara Pantai Apra dan Sereg. Pada 15 Agustus 2011 lalu, pihaknya sudah menyampaikan laporan ke Dinas PSD dan P. Sebab dari informasi antara Pantai Apra dan Sereg itu merupakan kawasan wisata, sehingga tidak boleh ditambang dan sebaliknya harus dilestarikan.

Sementara itu Kabid Pertambangan Dinas PSD dan P Kab. Cianjur Endang Suparman membenarkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan beberapa kali surat teguran terhadap aktifitas penambangan di Pasir Dudukuy Desa Saganten. Selain itu, pihaknya juga sudah menyampaikan surat penghentian kegiatan terhadap kegiatan pemurnian pasir besi di Desa Jayagiri Kec. Sindangbarang dikarenakan usahanya tidak memiliki ijin termasuk pemberitahuan kepada camat setempat.

"Jadi di dua lokasi itu penambangan maupun pemurniannya tidak memiliki ijin, dan kami sudah berkali kal menyampaikan teguran hingga penghentian, apabila masih ada aktitifitas pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses ke aparat penegak hukum," katanya.

Mengenai adanya pro kontra terhadap berbagai bentuk aktifitas penambangan pasir besi, Endang, mengungkapkan hal itu tidak bisa dihindari. Namun pihaknya mengeluarkan SIPR mengacu pada amanat Undang undang bila masyarakat menambang dengan cara sendiri (memakai cara manual) pemerintah wajib mendukung kegiatan itu. Tujuan mengeluarkan SIPR yairu untuk pengembangan wilayah Cianjur selatan. Selain itu ada ketentuan lokasi penambangannya yaitu hanya di ombak terendah dan tertinggi. Apabila diluar itu berarti diluar ketentuan.

"Penambangan rakyat itu murni masyarakat dan pakai alat tradisional, tidak boleh menggunakan alat modern. Apabila ada yang melanggar bisa dikenakan sangsi. Kalau ada temuan melanggar, segera laporkan ke kami. Kalau terbukti bisa diberikan sangsi, soalnya kalau pakai alat modern berarti bukan penambangan rakyat lagi," ujarnya.(A-116/das)***

27 Juli 2011

Fenomena Facebook : Sebuah Renungan

Fenomena Facebook : manusia terjebak dalam status. Sebelum itu, mereka adalah orang bebas.

Berita politik adalah berita yg buruk. Facebook adalah siaran yg buruk. Semua orang mendadak jadi penyiar.

Ketika perbuatan seseorang itu tidak bermakna, ia menuliskannya dalam status facebook.

Sebelum ada Facebook, tidak ada orang yg suka buku diary-nya dibaca orang lain

setelah ada Facebook, orang merasa bisa populer dg mempublikasikan kegiatan hariannya

Mark zuckenberg, pencipta facebook berhasil menjadikan emosi dan ego manusia sbg mesin uang.

Ketika seseorang ingin tangisannya di dengar banyak orang, ia tdk akan menjerit tetapi log in facebook

Kehidupan yg kacau itu seperti facebook. Orang bodoh dan orang pandai berebut status

di depan facebook: yg Bodoh jadi nampak pandai, Yg pandai pun kelihatan bodoh

Tuhan baru itu bernama Mark Zuckenberg, ia jadikan facebook sbg jalan manusia utk menuliskan kebodohannya atau kepandaiannya

Dimana ada facebook, disitu ada orang bimbang.

Satu2nya kebenaran dlm koin prita bkn membaiknya birokrasi RS, tetapi meningkatnya popularitas facebook

Faktor sukses Koin utk Prita adl Ketidaksengajaan. Banyak yg ingin mengulang ketidaksengajaan itu di facebook

Mengharapkan datangnya Keberuntungan yg serupa ibarat mengharapkan susunan awan yg serupa

Sejak ada facebook, ternyata banyak orang tiba2 membutuhkan perhatian. Sayangnya anak jalanan & gelandangan tdk memiliki fb

Yg m'buat anak jalanan lebih tahan menderita, mereka dpt b'tahan hidup tnp facebook

Syarat utk m'punyai account Facebook minimal berusia 18 tahun dan bebas dosa. Jika tidak, hanya akan menambah koleksi dosa

Hal yg tidak penting tapi penting bagimu adalah Facebook. Hal yg penting tapi tdk penting bagimu adalah bertani

Manusia lebih mengenal Facebook dg baik, daripada mengenal alam tempat hidupnya

Sejak ada facebook, orang semakin mahir memamerkan kebodohan dan kebaikannya

http://mediaukhuwwah.blogspot.com

26 Juli 2011

Demo Supir Angkot di Cipanas Penumpang Terlantar

CIANJUR,- Lebih dari seratus sopir dan awak angkutan umum jurusan Cipanas -Mariwati Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, Senin (25/7) melakukan aksi unjuk rasa sekaligus mogok tidak menarik penumpang. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap buruknya kondisi jalan yang biasa mereka lalui. Selain orasi, mereka juga sempat melakukan aksi blokir jalan selama empat jam.

Para sopir dan awak angkum mulai menggelar aksi sekitar pukul 8.30 WIB. Mereka melakukan aksi di perempatan jalan Hanjawar - Pacet sekitar kawasan Pasar GSP Cibadak. Aksi berlangsung sekitar empat jam. Selain membawa sejumlah atribut, dan menyampaikan orasi, mereka juga melakukan aksi blokir Jalan, menutup jalan menuju Sukaresmi dan sekitarnya sehingga arus lalu lintas menjadi terhenti.

Akibat aksi mogok tersebut, sejumlah warga dan pelajar yang hendak beraktivitas menjadi terganggu. Malahan sebagian dari mereka terpaksa jalan kaki dan menggunakan ojek.

Dalam orasinya, massa menilai Pemkab. Cianjur sudah tidak peduli lagi dengan kondisi jalan yang rusak di wilayah 3 Cianjur. Utamanya ruas jalan menuju Sukaresmi dengan panjang sekitar 5 kilo meter, sudah lama rusak belum juga ada tanda tanda akan diperbaiki. "Kami sudah mengajukan beberapa kali permohonan perbaikan kepada pemerintah. Tapi, hingga kini ajuan tersebut sama sekali tidak ditanggapi, berarti itu artinya pemerintah sudah tidak peduli dengan aspirasi warga," kata Herdi, Kordinator Aksi.

Dia menegaskan seharusnya pemerintah memperhatikan kondisi infrastruktur jalan karena itu merupakan bagian dari kewajiban pemerintah. Apalagi jalur jalan yang rusak didaerahnya, yaitu Cipanas - Sukaresmi merupakan jalur hidup setiap harinya volume kendaraan yang melintas sangat banyak. "Kami hanya menginginkan jalan yang bagus. Jadi kenapa aspirasi kami belum juga direspon, jalan ini sudah lama rusak. Kami para supir angkot selalu membayar pajak, jadi kami minta tuntutan kami segera direalisasikan," katanya.

Dipaparkan Herdi, pihaknya merasa heran sebagian besar ruas jalan desa dan kabupaten di wilayah 3 Kab. Cianjur banyak yang rusak, tetapi belum diperbaiki. Pihaknya menilai wilayahnya seolah dianaktirikan, kurang mendapat respon. Padahal pendapatan asli daerah (PAD) Cianjur lebih dari 60 persen berasal dari wilayah 3 Cipanas. "Kalau tidak segera diperbaiki, kami tidak akan membayar pajak karena uangnya akan kami gunakan untuk mengaspal jalan ini," tegasnya.

Menanggapi adanya aksi tersebut, Kepala Cabang Dinas Binamarga Wilayah Pacet, Eman mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi para sopir angkum kepada pemerintah Cianjur melalui pihak terkati. Kemudian diharapkan akan ada tindaklanjutnya, sehingga perbaikan bisa cepat dilaksanakan. "Untuk ruas jalan Cipanas - Sukaresmi sudah kami usulkan. Namun untuk merealisasikannya, kami masih menunggu dana bantuan dari APBN dan program dana Jabodetabekjur, " katanya.

Dikatakan Eman perbaikan jalan Cipanas-Sukaresmi sudah masuk ke dalam skala prioritas pemerintah. Sebab jalan itu merupakan akses jalan menuju pemukiman warga yang padat, ditambah lagi ada lokasi objek wisata. Setelah mendapat jawaban, massa akhirnya mulai membubarkan diri, arus lalu lintas berangsur mulai berjalan kembali.(A-116/kur)***(PRLM)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles