05 Mei 2011

Ratusan TKI Bermasalah di Arab Saudi Tiba di Cianjur


CIANJUR--MICOM: Ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur, Jawa Barat, yang akhirnya bisa kembali ke kampung halaman mereka, Rabu (4/5), setelah dideportasi oleh pemerintah Arab Saudi.

Sedikitnya 230 orang TKI itu tiba di rumah makan Jembar Manah, Cijedil, Cianjur, pukul 13.00 WIB, untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing. Ratusan buruh migran itu, menumpang 25 kendaraan khusus yang disediakan pihak BNP2TKI.

Mereka terpaksa dipulangkan oleh pemerintah Arab Saudi karena dinilai bermasalah mulai dari aspek legal formal, maupun permasalahan kemanusiaan yang dialami selama berada negara Petro Dolar itu.

Sebagian besar mereka yang dipulangkan tertangkap kepolisian Arab Saudi yang melakukan razia karena tidak memiliki dokumen yang sah. Sebagian lagi ada yang sempat menjadi
gelandangan dan telantar berbulan-bulan di bawah jembatan Kandhara di Jeddah.

Setelah didata pihak kepolisian di negara tersebut dan KBRI di Arab Saudi, akhirnya ratusan TKI asal Cianjur itu dipulangkan bersama TKI asal daerah lain dengan menggunakan kapal Labobar yang berlayar dari Jeddah selama 12 hari. (Ant/OL-01)

Gubernur Jabar Gandeng Intelijen Berantas Jaringan NII


SUKABUMI - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, pihaknya melibatkan unsur intelijen untuk memberantas gerakan makar yang menamakan diri Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah itu. "Pemerintah kami sudah berkoordinasi dengan pihak intelijen yang tujuannya untuk mengungkap dan memberantas jaringan NII di Jawa Barat," kata Ahmad Heryawan usai meninjau pameran yang diadakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fath di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jabar, Rabu (4/5).

Selain unsur intelijen, katanya, pihaknya juga bekerja sama pondok pesantren-pondok pesantren di Jabar untuk ikut mengungkap dan memberantas jaringan NII. Selain itu, katanya, tujuan lainnya adalah agar pihak pesantren ikut serta melindungi santrinya dari penyusupan jaringan NII yang setiap hari gerakannya semakin gencar. "Ponpes sangat berperan aktif dalam pemberantasan NII," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi bahaya NII ke setiap daerah melalui pemerintah daerah tingkat kota dan kabupaten dengan cara menegakkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, dirinya juga tidak menyangkal ada beberapa daerah di Jabar yang sudah dijadikan basis oleh NII untuk melancarkan aksinya.

"Kami tidak bisa menyebutkan nama daerah, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan, Polri dan TNI," tambah Heryawan.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Anwar, mengatakan pihaknya juga sudah menyebarkan intelijennya untuk mengungkap jaringan NII di wilayah hukumnya. "Aparat intelijen sudah kami sebar untuk antisipasi penyebaran jaringan NII di wilayah hukum kami," kata Anwar.

Anwar menambahkan, pihaknya juga sudah memiliki data daerah yang diduga dijadikan basis pergerakan NII di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, namun dirinya masih enggan memberikan keterangan daerah mana yang diduga menjadi basis NII dengan alasan masih dalam penyelidikan. Senada dengan Anwar, Dandim 0607 Sukabumi, Letkol CZI Rahmat SW menuturkan, piihaknya juga sudah menyebarkan anggotanya dan intelijennya untuk mengungkap jaringan NII di Sukabumi.

"Kami sudah memiliki data daerah yang diduga sebagai basis NII di Sukabumi, saat ini kami sedang menyelidikinya dan kami pun mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika ada kegiatan yang mencurigakan dilakukan oleh kelompok tidak dikenal di daerahnya," katanya menandaskan.


Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

04 Mei 2011

Rektor Al Azhar Mesir Kecam Penguburan Osama di Laut


Kairo - Rektor Universitas Al Azhar Mesir Imam Besar Ahmed El-Tayeb mengecam cara militer Amerika Serikat (AS) dalam memperlakukan jasad Osama bin Laden yang dicemplungkan ke laut. Penguburan itu dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Islam.

"Imam besar Dr Ahmed El-Tayeb, Syekh Al Azhar mengecam laporan, jika benar, pelemparan jasad Osama bin Laden ke laut," ujar rilis Al Azhar seperti dilansir Gulf Times, Selasa (3/5/2011).

Prosedur itu berlawanan dengan semua nilai-nilai agama dan kemanusiaan. "Imam besar menegaskan bahwa hal itu (penguburan di laut) terlarang dalam Islam untuk menguraikan jasad, terlepas dari apa yang mereka yakini. Satu penghormatan bagi orang yang meninggal adalah dengan menguburkannya," jelas Al Azhar.

Pengacara terkenal Mesir, Montasser al-Zayat, juga senada dengan Al Azhar. al-Zayat mengatakan seharusnya Osama dikuburkan di negara asalnya, Arab Saudi.

"Tidak cukupkah mereka membunuhnya (Osama) dan menunjukkan kegembiraannya kepada dunia?" gugat al-Zayat seperti disiarkan TV Al Jazeera.

Sebelumnya, penguburan Osama di laut Arab Utara ini juga menjadi polemik di kalangan ulama AS dan dunia Arab.

"Penguburan di laut diterima luas dalam interpretasi hukum Islam, dan tidak menyulut kemarahan komunitas Muslim," ujar Guru Besar Kajian Islam dari Duke University North Carolina, Ebrahim Moosa, seperti dilansir The Seattle Times, Selasa (3/5/2011).

Sementara Ketua Departemen Kajian Islam American University Akbar Ahmed mengatakan, penguburan Osama di laut mencegah ketidakpuasan yang disasarkan pada makam Osama. Makam Osama bisa jadi ajang pengultusan hingga sasaran kekecewaan.

"Makam itu sangat kuat. Makam dari figur muslim kontroversial dalam sejarah Islam bisa memancing kemarahan, kekecewaan. Makam itu bisa memiliki kharisma relijius. Jika membolehkan Osama dimakamkan di Pakistan, para pengikut Osama akan muncul, menanam bunga, dan para perempuan akan mengatakan makam itu mempunyai kekuatan menyembuhkan, terutama di kalangan tak berpendidikan. Mitosnya pun akan berkembang," jelas Ahmed.

Guru Besar Hukum Islam dari University of Jordan, Mohammed Qudah, mengatakan bahwa jasad pemimpin Al Qaeda kelahiran Arab Saudi itu tidak dilarang dimakamkan di laut, jika tidak ada negara yang menerimanya untuk dikubur di daratan.

"Darat dan laut itu milik Allah, yang berkuasa melindungi dan membangkitkan orang mati pada Hari Pembalasan, terlepas dari apakah ada atau tidaknya dunia Islam menerima jasad Osama," jelas Qudah.

Sementara ulama di Irak, di mana terdapat jaringan Al Qaeda yang disalahkan atas kematian ribuan orang sejak 2003, mengecam tindakan AS. Ulama Irak itu mengatakan, hanya satu yang diuntungkan dari pemakaman Osama di laut, yaitu ikan.

Sejumlah di Indonesia juga mengecam kebijakan AS itu. AS berdalih, langkah itu diambil karena tidak ada negara yang bersedia menerima jasad Osama, selain khawatir makam itu akan "dipuja".

FKDT Cianjur Minta Dewan Bisa Buat Perda MD


CIANJUR, (PRLM).- Sekitar seratus guru tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Cianjur, Selasa (3/5) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Mereka datang untuk melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Cianjur sekaligus mendesak agar Peraturan Daerah (Perda) Madrasah Diniyah Takmilyah (MD) segera dibuat.

Ketua FKDT Kabupaten Cianjur, Sen Ali Farsyah mengatakan, MD merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam, berupa lembaga-lembaga pendidikan di pondok pesantren maupun di luar. "Lembaga pendidikan Islam, MD ini sudah lama diselenggarakan di Indonesia, termasuk di Cianjur,” katanya.

Dikatakan, munculnya ide-ide pembaharuan pendidikan di Indonesia, membuat dunia madrasah pun ikut melakukan pembaharuan. Beberapa organisasi pendidikan yang menyelenggarakan madrasah mulai menyusun kurikulum, termasuk memberikan pelajaran umum. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Perda Diniyah Takmiliyah segera dibuat. Sebab nantinya akan lebih memperkukuh keberadaan diniyah, sehingga dapat berperan positif dalam pembangunan nasional dan berguna bagi masyarakat.

Hal yang sama dikatakan Sekretaris FKDT Kecamatan Cidaun, Muhammad Abdul Halim. Menurut dia, lahirnya Perda MD sangat dibutuhkan dalam mendukung pembinaan pendidikan keagamaan yang profesional. Sebab nantinya kedudukan dan fungsi akan tertata dan memiliki legalitas berdasarkan perundangan daerah.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Susilawati mengatakan pihaknya mendukung lahirnya Perda sesuai aspirasi FKDT. Sebab melalui Perda ini, nantinya keberadaan MD di kabupaten Cianjur akan lebih kuat. “Kami akan mengusulkan aspirasi ini ke badan legislasi, nantinya akan dibahas tentang rencana perda tersebut. Intinya, kami mendukung sekali usulan Perda MD ini,” tuturnya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles